Skip to main content

Tips diet untuk mencegah penyakit jantung

Image source: http://penyakit-jantung.com/wp-content/uploads/2016/02/obat-jantung.gif Sebagian besar orang menerka mencegah penyakit jantung dapat dilakukan dengan cara membatasi konsumsi garam serta kolesterol. Meskipun sahih, tetapi hal itu belum relatif. Jadi coba simak tips diet untuk mencegah penyakit jantung selengkapnya seperti yg dilansir menurut Live Science berikut merupakan. Mencoba buah serta sayur baru Setiap minggu, cobalah mengonsumsi buah atau sayur yg belum pernah Knda makan sebelumnya. Knda mungkin akan menyukai atau bahkan nir menyukainya sama sekali. Cara ini dilakukan demi mencegah kebosanan terhadap kuliner yg menyehatkan. Jalan-jalan ke perkebunan Tidak terdapat salahnya menyisihkan ketika untuk jalan-jalan ke perkebunan, tomat contohnya, sambil memetik sayuran pada sana. Aktivitas ini sangat menyenangkan sekaligus berguna karena Knda dapat mendapatkan produk segar secara langsung. Vegetarian seminggu sekali Cobalah satu kali dalam seminggu untu...

Dilema antara Makanan Enak dan Makanan Sehat, Kamu Pilih yang Mana

Dilema antara Makanan
Mau makan enak atau mau makan sehat? rata-rata orang-orang akan menjawab yaa makan enak dong, lalu pertanyaan selanjutnya, yakin, makanan enak kamu itu sudah mengandung kompisisi yang sehat? kalau jawabannya iya, baca dulu deh komposisi makanan tersebut atau cari keterangan untuk whole kalori yang ada pada makanan enak yang kamu makan di situs pencarian, sudah benar sehat belum? belum kan? bandingkanlah dengan pilihan makanan sehat kamu, baca baik-baik deh komposisi makanannya, lebih baik kan dibanding makanan enak,  ya, memang itulah kenyataannya, makanan enak tidak selamanya sehat dan makanan sehat tidak selamanya tidak enak.

Mau tahu, jenis-jenis makanan enak dan makanan sehat kategorinya apa saja? mudah saja, makanan enak itu rata-rata berciri khas gurih dan lebih banyak menggunakan pewarna makanan, perasa makanan dan sejenis bumbu tambahan lainnya, karena pada umumnya, yang namanya bumbu tambahan untuk pelezat makanan tersebut, merupakan zat kimia makanan dan apabila dikonsumsi akan menimbulkan efek dikemudian hari bagi tubuh, minimal kadar lemak, kadar gula akan lebih tinggi dibanding makanan yang tidak ada unsur bumbu tambahannya.

Sekedar membandingkan kembali, dengan makanan sehat, makanya makanan sehat pada umumnya proses mengolah dan sumber makanannya adalah alamiah, apa adanya, dan rasa makannnya, akan terasa sedikit hambar, karena tidak menggunakan unsur zat kimia makanan tambahan, pilihan menunyapun tidak sevariatif pilihan menu pada umumnya, dalam arti menu yang ada adalah terbatas, seperti sering kita jumpai, yaitu menu-menu yang terdiri dari sayur-sayuran, buah-buahan, kaalaupun ada menu karbohidrat dan protein, maka akan ditemui menu karbohidrat dengan kadar lemak rendah dan unsur protein dengan kadar purin rendah, serta efek yang ditimbulkan kemudian hari itu signifikan untuk tubuh, yang berarti, bermanfaat untuk tubuh. Bahkan bisa diperoleh dari hasil olahan kita sendiri, dengan cara menanam bahan-bahan organik sendiri, seperti menanam bibit sayur-sayur dan buah-buahan organik.

Mungkin saya sendiri juga akan bertanya-tanya, kenapa sayapun lebih senang memilih menu-menu makanan dengan bumbu tambahan untuk  perasa makanan untuk saya konsumsi? jawabannya adalah, ya untuk penggunggah selera makanan, tetapi jika dipikirkan efeknya untuk kemudian hari, maka rasa bersalah telah memakan makanan enak tersebut malah menggerus pikiran, alhasil seringnya saya bolak-balik cek up virtual kadar-kadar metabolisme untuk mengetahui efek makanan berbumbu tambahan sudah sampai sejauh mana. Sehingga apabila sudah menimbulkan efek yang tidak signifikan bagi tubuh, maka saya akan menggunakan jurus-jurus mereduksi dan meminimalkan risiko kesehatan dengan mengkonsumsi zat-zat pemulih metabolisme, dengan kadar yang sesuai tentunya.

Dilema memang, satu sisi, mengkonsumsi makanan enak itu adalah mudah dan sedianya adalah mensyukuri nikmat Tuhan yang ada lewat kreasi variasi makanan, tetapi disisi lain, mengkonsumsi makanan enak terus-terusanpun, dengan komposisi seperti disebut pada awal-awal paragraf, akan menimbulkan efek samping, tetapi makanan sehat saja, yang sepatutnya memang harus dikonsumsi, adalah hal yang susah untuk dikerjakan dan didapatkan. Memang pilihan terletak pada pilihan orang yang mengkonsumsinya, mau makanan enak?, atau mau makanan sehat?, semua ada konsekuensinya masing-masing.

Salam Sehat.

Comments

Popular posts from this blog

5 Makanan Sehat agar Kulit Wajah Sehat dan Kinclong

Liputan6.com, Jakarta Anda mungkin berpikir bahwa nutrisi beberapa makanan hanya mempengaruhi kesehatan internal dan berat badan Anda. Namun makanan yang tepat juga dapat meningkatkan kualitas kulit wajah Anda menjadi lebih sehat bahkan kinclong. Anda dapat melihat makanan sebagai bahan baku untuk pabrik. Semakin baik kualitas bahan bakunya, semakin besar pula kemungkinan kita menghasilkan produk yang baik, ujar dokter naturopati di Mississauga, Ontario, Ian Koo. Di bawah ini adalah makanan yang harus Anda konsumsi untuk meningkatkan kesehatan kulit wajah bahkan membuatnya kinclong, seperti dilansir dari Besthealthmag, Senin (17/10/2016). 1. Tomat Mengonsumsi setiap makanan berbasis tomat dapat membantu membersihkan jerawat. Lycopene (fitokimia yang membuat tomat berwarna merah) dapat menurunkan hormon yang mempromosikan tumbuhnya jerawat, ujar seorang dokter naturopati, Alan Logan. Ia menyarankan untuk mengonsumsinya antara tiga sampai lima kali seminggu. ...