Skip to main content

Tips diet untuk mencegah penyakit jantung

Image source: http://penyakit-jantung.com/wp-content/uploads/2016/02/obat-jantung.gif Sebagian besar orang menerka mencegah penyakit jantung dapat dilakukan dengan cara membatasi konsumsi garam serta kolesterol. Meskipun sahih, tetapi hal itu belum relatif. Jadi coba simak tips diet untuk mencegah penyakit jantung selengkapnya seperti yg dilansir menurut Live Science berikut merupakan. Mencoba buah serta sayur baru Setiap minggu, cobalah mengonsumsi buah atau sayur yg belum pernah Knda makan sebelumnya. Knda mungkin akan menyukai atau bahkan nir menyukainya sama sekali. Cara ini dilakukan demi mencegah kebosanan terhadap kuliner yg menyehatkan. Jalan-jalan ke perkebunan Tidak terdapat salahnya menyisihkan ketika untuk jalan-jalan ke perkebunan, tomat contohnya, sambil memetik sayuran pada sana. Aktivitas ini sangat menyenangkan sekaligus berguna karena Knda dapat mendapatkan produk segar secara langsung. Vegetarian seminggu sekali Cobalah satu kali dalam seminggu untu...

Diabetes Mellitus (DM)Penyakit Mematikan, Tapi Kita Lengah!

Diabetes Mellitus (DM)Penyakit Mematikan, Tapi Kita Lengah!
Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit kronis dengan komplikasi yang mematikan.Seiring dengan perubahan gaya hidup, Idonesia menempati urutan ke 4 terbesar di dunia sebagai peyandang DM, diperkirakanada sekitar 10 jt penduduk Idonesia dengan DM saat ini. Kalau tidak ada perubahan gaya hidup yang lebih sehat, kebijakan pelayanan kesehatan yang lebih baik, pada tahun 2030 jumlah penduduk Idonesia yang menyandang DM, menurut beberapa ahlibisa mencapai 25 jt lebih. Sayang, kita sering lalai dan lengah dengan penyakit ini. Beberapa contoh pasien di bawah ini, semoaga sedikit dapat menggambarkan ancaman penyakit DM ini.

Pasien pertama (1), wanita umur sekitar48 tahun, meninggal karena gagal ginjal. Pasien ini diktehuimenyandang DM sejak lebih kurang 10 tahun lalu. Disamping diabetes, pasien juga menderita hipertensi, hiperlipidemi, dan ada riwayat menderita tb paru. Riwayat pengobatan pasien juga tidak jelas, berobat tidak teratur, diet juga nampaknyatidak dijalankan dengan baik. Enam (6) bulan terakhir akibat gagal ginjal, pasien menjalani hemodialisa dan pemberian eritropoetin untuk merangsang pembentukan sel darah merah (Hb). Dalam satu minggu saya kira pasien menghabiskan dana lebih dari 10 jt rupiah,untuk hemodialisa 2 kali, injeksi eritropoetin 3 kali.

Pasien ke 2, lelaki, warganegara keturunan, berusia kira-kira 56 tahun. Diketahui meyandang DM sejak lebih kurang 15 tahun lalu. Meninggal dunia di suatu rumah sakit di Singapura, tidak berapa lama setelah menjalani amputasi tungkai kanan. Riwayat berobat juga tidak teratur. Pasien diketahui menyandang DM pertama kali waktu pemeriksaan persyaratan asuransi. Saya masih ingat, pasien tidak percaya bahwa dia menderita DM, karena pasien tidak merasakan adanya keluhan sama sekali. Saya masih ingat juga komentar pasien waktu itu, yang menggambarkan penolakannyabahwa dia menderita diabetes: "saya kalau luka sembuh sendiri kok dokter, tidak apa-apa", kata pasien. Karena pasien tidak merasakan keluhan, tidak merasa sakit, pasien tidak mau kontrol, tidak mau berobat, apalagi diet dan olahraga yang teratur.

Pasien ke 3, lelaki umur 45 tahun, meninggal karena serangan jantung. Diketahui menyandang DM kira-kira 8 tahun lalu. Riwayat pengobatan juga tidak diketahui dan mungkin juga tidak teratur. Disamping gula darah yang tidak terkontrol dengan baik, kadar lipid darah pasien, terutama kolesterol total, trigiliserida sangat tinggi, LDL juga tinggi dan HDl rendah. Pasien juga mengalami hipertensi yang sulit dikontrol.

Sebagai  seorang dokter, setiap hari  bergelimang dengan mereka yang sakit, dengan mereka yang mengeluh, menderita, tidak hanya fisik, tetapi fikiran dan emosinya, sayasangat tersentuh melihat pasien-pasien penyandang DM ini, yang tergeletak tidak berdaya,dengan badan yangkurus, luka dengankaki membusuk tidak kunjung sembuh dan bahkan kaang-kadang harus diamputasi. Amputasipun juga kadang -kadang tidak menyelesaikan masalah, infeksi dapatberlanjut, muncul di tempat lain. Kalau luka sembuh, pasien tidak bisa lepas dari obat-obatan, insulin harus diberikan setiap hari, minimal 2 kali dalam sehari, sangat merepotkan pasien dan keluarga. Saya tidak dapat membayangkan berapa beban biaya ekonomi yang harus dikeluarkan oleh seorang penyandang DM dengan segala akibatnya.Sementara, dengan diet, pola makan sehat, gaya dan perilaku hidup sehat seperti olahraga yang teratur semua ini bisa dicegah.

Melihat ilustarsi kasus di atas, penyakit DM merenggut nyawa mereka yang relatif muda, usia produktif, usia seseorang yangseharusnya masih dapat melakukan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan keluarganya, bermanfaat utuk masyarakat dan lingkungannya. Di Indonesia, DM merupakan penyebab kematian ke dua terbesar di daerah perkotaan pada kelompok usia 45-54 tahun.Berbeda dengan negara majuseperti Amerika, komplikasi kronis dan kematian penyandang diabetes terutama setelah umur 65 tahun. Salah satu penyebabnyaadalah, kasus DM di negara maju ditemukan lebih awal, sehinnga intervensi dan pengobatan lebih awal juga dapat dilakukan.

Keluhan-keluhan awal penyandang DM memang tidak selalu muncul, dan bila ada keluhan-keluahan seperti sering buang air kecil,haus, banyak makan, penurunan berat badan,lemas, tidak selalu menjadi perhatian pasien,  sering dianggap biasa-biasa saja. Sehingga kebanyakan kasus DM ditemukan dalam kondisi sudah ada komplikasi kronis seperti gangguan mati rasa/kebas pada kulit, mata kabur, luka yang tidak sembuh, penurunan libido, gangguan fungsi ginjal dan sebagainya. Memang, komplikasi kronis ini tidak timbul serta merta pada saat gula darah seseorang meningkat tidak normal, tetapi memerlukan waktu yang cukup lama, biasanya lebih dari 10 tahun. Hal ini juga seringmenyebabkan penderita DM menjadi lengah, terlalaikan dengan penyakit yang dideritanya. Pasien baru berobat teratur, diet dan mungkin juga olahraga setelah komplikasi dirasakan. Padahal kalau komplikasi sudah terjadi, perjalanan penyakit akan sulit dikendalikan, komplikasi akan berrlanjut.

Penjaringan penderita DM, untuk mengetahui lebih awalpenyandang DM merupakan hal yang sangat penting. Penjaringan dapat dilakukan pada merekayang mempunyai faktor risiko tinggi terjadinya DM seperti: kegemukan (apalagi obesitas sentral,penumpukan lemak di daerah di atas pinggul, bellyfat), umur di atas 45 tahun, riwayat diabetes pada keluarga, riwayat melahirkan bayi dengan berat badan lebih dari 4000 g, riwayat gangguan toleransi glukosa, penyandang penyakit hipertensi, dislipidemi,jantung koroner, penderita tuberkulososis paru. Obesitas (kegemukan) merupakan faktor risiko utama penderita DM (tipe 2), lebih dari 80% penderita DM (tipe 2) adalah gemuk.

Jangan anggap enteng penyakit DM, dia menggerogotiatau bahkan membunuh Anda perlahan-lahan. Jangan abaikan gejala, keluhan-keluhan awal, semakin dini Anda diketahui sebagai penyandang DM, semakin dini intervensidapat dilakukan, maka semakin kecil kemungkinan komplikasi kronis mematikan itu terjadi, dan semakin besar pula harapan hidup Anda.

Comments

Popular posts from this blog

5 Makanan Sehat agar Kulit Wajah Sehat dan Kinclong

Liputan6.com, Jakarta Anda mungkin berpikir bahwa nutrisi beberapa makanan hanya mempengaruhi kesehatan internal dan berat badan Anda. Namun makanan yang tepat juga dapat meningkatkan kualitas kulit wajah Anda menjadi lebih sehat bahkan kinclong. Anda dapat melihat makanan sebagai bahan baku untuk pabrik. Semakin baik kualitas bahan bakunya, semakin besar pula kemungkinan kita menghasilkan produk yang baik, ujar dokter naturopati di Mississauga, Ontario, Ian Koo. Di bawah ini adalah makanan yang harus Anda konsumsi untuk meningkatkan kesehatan kulit wajah bahkan membuatnya kinclong, seperti dilansir dari Besthealthmag, Senin (17/10/2016). 1. Tomat Mengonsumsi setiap makanan berbasis tomat dapat membantu membersihkan jerawat. Lycopene (fitokimia yang membuat tomat berwarna merah) dapat menurunkan hormon yang mempromosikan tumbuhnya jerawat, ujar seorang dokter naturopati, Alan Logan. Ia menyarankan untuk mengonsumsinya antara tiga sampai lima kali seminggu. ...