Skip to main content

Tips diet untuk mencegah penyakit jantung

Image source: http://penyakit-jantung.com/wp-content/uploads/2016/02/obat-jantung.gif Sebagian besar orang menerka mencegah penyakit jantung dapat dilakukan dengan cara membatasi konsumsi garam serta kolesterol. Meskipun sahih, tetapi hal itu belum relatif. Jadi coba simak tips diet untuk mencegah penyakit jantung selengkapnya seperti yg dilansir menurut Live Science berikut merupakan. Mencoba buah serta sayur baru Setiap minggu, cobalah mengonsumsi buah atau sayur yg belum pernah Knda makan sebelumnya. Knda mungkin akan menyukai atau bahkan nir menyukainya sama sekali. Cara ini dilakukan demi mencegah kebosanan terhadap kuliner yg menyehatkan. Jalan-jalan ke perkebunan Tidak terdapat salahnya menyisihkan ketika untuk jalan-jalan ke perkebunan, tomat contohnya, sambil memetik sayuran pada sana. Aktivitas ini sangat menyenangkan sekaligus berguna karena Knda dapat mendapatkan produk segar secara langsung. Vegetarian seminggu sekali Cobalah satu kali dalam seminggu untu...

Glukomanager Untuk Anak Diabetes

Glukomanager Untuk Anak Diabetes
Abstrak

Penyakit diabetes tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga dialami oleh anak-anak. Pada anak diabetes dikenal dengan diabetes tipe 1. Pada penderita diabetes, pemantauan kadar gula darah menjadi hal yang harus dilakukan setiap saat. Pemanfaatan teknologi bagi penderita diabetes memberikan hasil yang baik. Salah satu teknologi yang dapat dimanfaatkan adalah fitur glukomanager pada alat glukometer. Fitur ini membantu orang tua memantau hasil tes gula darah anak. Selesai anak melakukan tes gula darah, maka fitur glukomanager akan secara otomatis mengirimkan pesan melalui perangkat komunikasi orang tua. Teknologi ini mirip dengan Bluetooth pada handphone. Selain biayanya lebih murah, anak dan keluarga dapat meningkatkan kemandirian dalam perawatan diabetes.

Latar Belakang

Diabetes atau kencing manis tidak hanya terjadi pada orangtua.  Penyakit kronis ini ternyata juga dapat menyerang anak-anak. Jika terjadi pada anak-anak, biasanya dikenal dengan diabetes anak atau juvenil diabetes. Berbeda dengan diabetes pada orang dewasa, diabetes anak disebabkan karena produk insulin selalu sangat kurang atau bahkan tidak diproduksi oleh organ pankreas, sehingga diperlukan asupan insulin. Diabetes jenis ini dikenal dengan DM tipe 1.  Mengingat komplikasi dan bahaya penyakit diabetes  maka sangat penting mengenali  tanda-gejala diabetes pada anak sejak dini.

WHO (2006) memperkirakan jumlah penderita DM mencapai 180 juta jiwa lebih yang tersebar di seluruh dunia dan angka kejadian ini akan meningkat dua kali lipat pada tahun 2030. Data yang diperoleh dari National Diabetes Information Clearinghouse (NDIC), 2005, Di Amerika Serikat angka kejadian DM mencapai 20,8 juta jiwa atau sekitar 7% dari seluruh populasi dan yang terdiagnosa sebanyak 14,6 juta jiwa (Peeples M et al, 2007).

Insidensi diabetes pada anak di seluruh dunia juga mengalami tren peningkatan yaitu mencapai 17 per 100.000 anak per tahunnya. Di Indonesia sendiri menurut dr. Aman B Pulungan, ketua gugus tugas Endokrinologi Ikatan Dokter Anak Indonesia menyatakan insidensi diabetes mellitus pada anak di Indonesia diestimasikan sebesar 0,3 per 100.000 anak per tahunnya. Indonesia memiliki populasi anak sejumlah 80 juta anak, jadi diperkirakan terdapat 240 kasus baru diabetes mellitus anak per tahunnya.

Karena diabetes merupakan penyakit metabolik yang bersifat kronis serta berpotensi mengganggu pertumbuhan dan perkembangan seorang anak maka diperlukan kesabaran orang tua dan anak dalam menjalani perawatan. Falsafah dasar dalam tata laksana penyakit diabetes adalah kedisiplinan dan keteraturan dalam pengobatan dan pola hidup sehari-hari. Selain itu, anak juga mempunyai kebutuhan khusus akan kasih sayang, aturan, dan pendidikan dalam proses perkembangan dirinya, sehingga penatalaksanaan penyakit pada anak membutuhkan pendekatan yang komprehensif dari berbagai profesional di bidang kesehatan anak.

Demikian kompleksnya perawatan diabetes pada anak diabetes diperlukan pengawasan yang intensif oleh orang tua khususnya dalam pemantauan kadar gula darah anak. Pemantauan kadar gula yang baik diyakini dapat meminimalkan komplikasi diabetes. Akhir-akhir ini isu pemanfaatan sistem teknologi informasi pada alat tes gula darah telah banyak digaungkan. Di Amerika, telah ada alat test gula darah yang terkoneksi dengan perangkat komunikasi (terutama handphone). Alat tersebut dikenal dengan glukomanager atau alat untuk memantau kadar gula darah pada anak secara kontinyu dan orang tua mampu memantau keadaan gula darah anak dimanapun dan kapanpun.

Glukomanager sendiri berupa chip yang ditanamkan pada alat pengukuran gula darah (glukometer), ketika si anak mengukur kadar gula maka secara otomatis hasilnya akan terkirim ke handphone orang tua. Alat ini tidak memerlukan koneksi internet. Dan hasil rekapitulasi pengukuran anak per bulan akan dikirim melalui email orang tua. Ada beberapa jenis glukometer yang telah menggunakan teknologi glukomanager. Di Indonesia, glukometer telah banyak dijual secara bebas. Dan dianjurkan keluarga yang memiliki anggota keluarga yang menderita diabetes untuk mempunyai alat tersebut. Karena selain lebih hemat biaya juga dapat memantau kadar gula darah setiap saat.

Hasil penelitian Toscos, et al, 2012, menyimpulkan keluarga yang memanfaatkan teknologi glukomanager ini menunjukkan kadar gula darah yang lebih stabil dibandingkan dengan keluarga yang tidak memanfaatkan teknologi. Hal ini disebabkan karena informasi terkini tentang hasil pengukuran gula darah anak tidak hanya dikirimkan pada orang tua saja tetapi juga bisa dikirim ke petugas kesehatan yang bertanggung jawab terhadap kesehatan anak. Petugas kesehatan dan orang tua dapat berkolaborasi dan bekerjasama dalam menyusun program kesehatan anak. Dengan demikian tingkat kesehatan anak diabetes dapat meningkat dan diharapkan meningkatkan kualitas hidup pada anak dan keluarga.

Diabetes Melitus

Diabetes mellitus (DM) adalah gangguan metabolism kronik yang ditandai dengan defisiensi sebagian atau tidak adanya hormon insulin (Hockenberry & Wilson, 2009). Diabetes mellitus (DM) adalah kelompok penyakit dimana terjadi kegagalan metabolisme karbohidrat dan lemak (Potts & Mandleco, 2007). Karena penyakit diabetes ini merupakan penyakit kronik yang lebih memfokuskan pada pemantauan kadar gula darah, sehingga diperlukan pengawasan secara intensif terhadap fluktuasi kadar gula darah.

Orang tua sebagai orang terdekat bagi anak penderita diabetes diharapkan mampu menjadi pengawas anak dalam panduan makan. Agar anak terjaga kondisi kesehatannya. Beberapa penelitian telah membuktikan keterlibatan orang tua dalam pemantauan kadar gula darah pada anak mampu meningkatkan status kesehatan anak.

Glukomanager

Dengan berkembangnya teknologi informasi sekarang ini secara tidak langsung memberikan dampak positif bagi kesehatan. Banyak pilihan yang ditawarkan dalam pemantauan kadar gula darah. Salah satunya adalah glukomanager yang dinjeksikan ke dalam alat glukometer.

Glukomanager sendiri merupakan chip yang menggunakan teknologi wireless atau tanpa kabel. Cara kerjanya sama dengan Bluetooth pada handphone. Setiap penderita diabetes selesai melakukan tes dengan alat glukometer maka hasil secara otomatis terkirim kepada orang tua atau siapapun yang diinginkan untuk mengetahui hasil tes gula darah. Rekapitulasi pengukuran juga dapat dikirimkan melalui email. Sehingga orang tua dan petugas kesehatan dapat memantau perkembangan diabetes pada anak.

Gambar di atas adalah salah satu glukometer yang telah menginjeksikan fitur gluko manager. Tidak ada perbedaan antara alat glukometer yang lain, tetapi jika anak telah selesai melakukan tes gula darah maka hasil di monitor akan terkoneksi langsung dengan perangkat komunikasi orang tua.

Gambar di atas merupakan hasil yang dapat dilihat pada perangkat komunikasi orang tua. Orang tua dapat memastikan anak dalam kondisi stabil meskipun sedang tidak bersama dengan anak. Misalnya ketika anak di sekolah atau ketika orang tua harus bekerja di luar rumah.

Gambar di atas merupakan hasil rekapitulasi pengukuran. Garis merah atas menunjukkan apabila anak mengalami hiperglikemia, sedangkan garis hijau bawah menunjukkan hipoglikemia. Dari rekapitulasi tersebut orang tua dan petugas kesehatan dapat menyusun program kesehatan yang sesuai dengan kondisi anak.

Penelitian Terkait Glukomanager

Glukomanager sudah dikembangkan di beberapa alat glukometer. Beberapa penelitian membuktikan penggunaan glukomanager membantu keluarga dalam mempertahankan kondisi anak.

1.Toscos, et al, 2012, penelitian ini mengikuti selama 12 bulan 2 kelompok keluarga. Sebanyak 48 keluarga yang dibagi ke dalam 2 kelompok, yaitu kelompok kontrol dan intervensi. Kelompok kontrol hanya diberikan alat glukometer tanpa fitur glukomanager, sedangkan kelompok intervensi menggunakan alat glukometer yang dilengkapi fitur glukomanager. Hasil menunjukkan keluarga di kelompok intervensi memiliki kadar gula darah yang lebih rendah dibandingkan dengan kelompok kontrol dengan p = 0,01. Hasil penelitian juga menunjukkan kemampuan manajemen diabetes keluarga lebih baik dibandingkan keluarga yang tidak menggunakan fitur glukomanager dengan p = 0,04.

2.Grunberger, 2012, penelitian ini membuktikan pemanfaatan software pada penderita diabetes dapat meningkatkan perilaku sehat keluarga. Perilaku sehat tersebut antara lain anak dan keluarga termotivasi untuk memantau kadar gula darah secara teratur, termotivasi untuk menjaga kestabilan gula darah, dan menunjukkan kesungguhan untuk memanfaatkan software dalam pemantauan kadar gula darah.

3.(Shalitin S, 2007), penelitian ini menunjukkan penggunaan teknologi bagi penderita diabetes dapat meningkatkan kemandirian bagi keluarga. Terutama dalam pemantauan kadar gula darah secara teratur.

4.Trast, Ramchandani, 2012, pemanfaatan teknologi bagi penderita diabetes meningkatkan kepuasaan keluarga dalam perawatan anak dengan diabetes.

Kesimpulan

Perkembangan teknologi yang dapat dimanfaatkan di bidang kesehatan sangat diperlukan guna memberikan dukungan kepada pasien, meningkatkan pelayanan kesehatan dan secara khusus bagi anak dengan diabetes mellitus. Selain itu perkembangan teknologi dapat digunakan untuk meningkatkan pelayanan keperawatan bagi pasien diabetes.

Penggunaan glukomanager dalam alat glukometer memberikan manfaat yang besar bagi keluarga dan petugas kesehatan. Keluarga dan anak dapat meningkatkan kemandirian dalam perawatan, sedangkan petugas kesehatan dapat memaksimalkan perannya sebagai edukator. Keluarga dan petugas bekerjasama dalam meningkatkan derajat kesehatan anak.

Pengetahuan keluarga dalam memilih alat glukometer yang dilengkapi dengan fasilitas glukomanager diperlukan. Perawat dapat membantu keluarga dalam memilih alat yang sesuai. Karena fasilitas ini memudahkan keluarga dalam memantau kadar gula darah anak kapanpun dan dimanapun, sehingga dapat mengurangi kecemasan keluarga.

Bagi anak penderita diabetes juga akan meningkatkan perilaku sehat. Dengan secara sadar memperhatikan kondisi kesehatannya. Karena bagi penderita diabetes cara terbaik untuk menghindarkan diri dari komplikasi penyakit adalah dengan pengaturan pola hidup. Dengan terkontrolnya gula darah, maka akan secara langsung meningkatkan kesehatan anak. Selain itu, dengan memanfaatkan teknologi glukomanager ini juga akan dapat mengurangi biaya yang ditimbulkan akibat penyakit.

Comments

Popular posts from this blog

5 Makanan Sehat agar Kulit Wajah Sehat dan Kinclong

Liputan6.com, Jakarta Anda mungkin berpikir bahwa nutrisi beberapa makanan hanya mempengaruhi kesehatan internal dan berat badan Anda. Namun makanan yang tepat juga dapat meningkatkan kualitas kulit wajah Anda menjadi lebih sehat bahkan kinclong. Anda dapat melihat makanan sebagai bahan baku untuk pabrik. Semakin baik kualitas bahan bakunya, semakin besar pula kemungkinan kita menghasilkan produk yang baik, ujar dokter naturopati di Mississauga, Ontario, Ian Koo. Di bawah ini adalah makanan yang harus Anda konsumsi untuk meningkatkan kesehatan kulit wajah bahkan membuatnya kinclong, seperti dilansir dari Besthealthmag, Senin (17/10/2016). 1. Tomat Mengonsumsi setiap makanan berbasis tomat dapat membantu membersihkan jerawat. Lycopene (fitokimia yang membuat tomat berwarna merah) dapat menurunkan hormon yang mempromosikan tumbuhnya jerawat, ujar seorang dokter naturopati, Alan Logan. Ia menyarankan untuk mengonsumsinya antara tiga sampai lima kali seminggu. ...