Image source: http://penyakit-jantung.com/wp-content/uploads/2016/02/obat-jantung.gif Sebagian besar orang menerka mencegah penyakit jantung dapat dilakukan dengan cara membatasi konsumsi garam serta kolesterol. Meskipun sahih, tetapi hal itu belum relatif. Jadi coba simak tips diet untuk mencegah penyakit jantung selengkapnya seperti yg dilansir menurut Live Science berikut merupakan.
Mencoba buah serta sayur baru
Setiap minggu, cobalah mengonsumsi buah atau sayur yg belum pernah Knda makan sebelumnya. Knda mungkin akan menyukai atau bahkan nir menyukainya sama sekali. Cara ini dilakukan demi mencegah kebosanan terhadap kuliner yg menyehatkan.
Jalan-jalan ke perkebunan
Tidak terdapat salahnya menyisihkan ketika untuk jalan-jalan ke perkebunan, tomat contohnya, sambil memetik sayuran pada sana. Aktivitas ini sangat menyenangkan sekaligus berguna karena Knda dapat mendapatkan produk segar secara langsung.
Vegetarian seminggu sekali
Cobalah satu kali dalam seminggu untu...
Menurut WHO, epidemi diabetes sekarang terjadi secara global, tidak hanya di negara maju, negara berkembang seperti Indonesia juga mengalaminya. Sehingga ancaman penyakit ini dengan segala akibatnya senantiasa menghantui kita.
Kemudian, sebenarnya Anda tidak begitu saja tiba-tiba menderita diabetes. Waktu bangun pagi misalnya mendadak gula darah Anda meroket 400 mg/dl, tidak, ada proses yang lama, baru Anda sampai ke sana. Keadaan sebelum Anda dinyatakan masuk ke diabetes ini di sebut "Prediabetes" Suatu abnormalitas metabolisme tubuh yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah Anda, tetapi belum sampai memenuhi kriteria untuk diabetes. Sehingga, untuk mengetahui bahwa Anda Predibetes atau tidak, pemeriksaan kadar gula darah Anda adalah sesutu yang sangat penting.
Sayang, "prediabetes" ini boleh dikatakan tidak memberikan tanda, gejala yang khas, dan dapat berkembang menjadi diabetes tipe 2 tanpa diketahui. Walaupun ada gejala seperti perasaan haus, buang air kecil yang lebih sering dari biasanya, mudah merasa letih, lelah seperti tidak punya energi, namun, karena gejala ini berkembang sedikit demi sedikit, Anda sering tidak menyadarinya.
Karena itu, Prediabetes baru bisa dipastikan melalui pemeriksaan gula darah. Dan, bila kadar gula darah puasa Anda antara 100 mg/dl, dan 125 mg/dl, atau kadar gula darah dua jam setelah makan lebih besar dari 140 mg/dl, tetapi kurang dari 200 mg/dl, Anda sudah masuk dalam kategori Prediabetes. Bila Anda tidak melakukan perubahan gaya hidup, atau tidak dilakukan intervensi, dalam waktu 10 tahun atau kurang, Anda bisa masuk menjadi diabetes........ Sementara itu, meskipun Anda belum dapat dikatakan mengidap diabetes, akibat, komplikasi jangka pnjang dari diabetes, terutama pada jantung dan sistem pembuluh darah Anda, kemugkinan sudah berjalan.
Kemudian, karena prediabetes tidak memberikan tanda, gejala yang khas, tentu ada yang bertanya, "kapan seseorang perlu memastikan dirinya sudah masuk dalam kategori "Prediabetes?" Atau dicurigaai sudah menderita "prediabetes?"
American Diabetes Association memberikan rekomendasi pemeriksaan untuk prediabetes bila Anda mempunyai faktor-faktor risikonya sebagai berikut;
Bila usia Anda lebih dari 45 tahun, sebaiknya dilakukan sebagai pemeriksaan rutin. Bila pemeriksaan normal, diulangi lagi setiap tiga tahun.
Pemeriksaan juga seharusnya dipertimbangkan lebih sering dilakukan, walaupun usia lebih muda, tetapi Anda gemuk (BMI > 25), perut buncit, juga Anda mempunyai faktor risiko lain seperti: gaya hidup santai, punya saudara kandumg dengan diabetes, ada riwayat diabetes gestational, atau pernah melahirkan bayi dengan berat belerlebih ( 4 Kg ), tekanan darah sama atau lebih tinggi dari 140/90 mmHg, HDL (kolesterol baik) kurang dari 35 mg/dl, trigliserida lebih dari 250 mg/dl, ada riwayat penyakit pembuluh darah sebelumnya, dan pada pemeriksaan sebelumnya Anda sudah mengalami gangguan toleransi glukosa atau gula darah puasa Anda tidak normal.
Jadi, sebelum Anda dinyatakan menderita diabetes, ada pintu masuk untuk sampai ke sana, yaitu Prediabetes. Bila anda gemuk, Obese, perut Anda buncit, apalagi Anda mempunyai faktor risiko lain seperti; gaya hidup santai, punya saudara dengan diabetes, tekanan darah Anda juga tinggi, dan lain-lain. Maka, sebaiknya pemeriksaan gula darah secara periodik Anda lakukan.
Comments
Post a Comment