Skip to main content

Tips diet untuk mencegah penyakit jantung

Image source: http://penyakit-jantung.com/wp-content/uploads/2016/02/obat-jantung.gif Sebagian besar orang menerka mencegah penyakit jantung dapat dilakukan dengan cara membatasi konsumsi garam serta kolesterol. Meskipun sahih, tetapi hal itu belum relatif. Jadi coba simak tips diet untuk mencegah penyakit jantung selengkapnya seperti yg dilansir menurut Live Science berikut merupakan. Mencoba buah serta sayur baru Setiap minggu, cobalah mengonsumsi buah atau sayur yg belum pernah Knda makan sebelumnya. Knda mungkin akan menyukai atau bahkan nir menyukainya sama sekali. Cara ini dilakukan demi mencegah kebosanan terhadap kuliner yg menyehatkan. Jalan-jalan ke perkebunan Tidak terdapat salahnya menyisihkan ketika untuk jalan-jalan ke perkebunan, tomat contohnya, sambil memetik sayuran pada sana. Aktivitas ini sangat menyenangkan sekaligus berguna karena Knda dapat mendapatkan produk segar secara langsung. Vegetarian seminggu sekali Cobalah satu kali dalam seminggu untu...

Rani Sauriasari, Berkarya dengan Penelitian Diabetes Melitus

Rani Sauriasari, Berkarya
Pengetahuan akan gejala, dan penyebab dari penyakit diabetes mellitus (DM) masih menjadi ranah yang awam, terutama bagi penderita. Umumnya, para penderita DM tidak mengalami gejala tertentu yang mengindikasikan penyakit DM. Adapun keluhan yang kebanyakan terjadi adalah adanya kuantitas konsumsi nasi yang berlebih, rasa haus yang pun berlebih, dan urin yang keruh. Bahkan, kecenderungan yang ada, penderita baru divonis mengidap DM, setelah mengalami komplikasi keluhan, yang merujuk pada penyakit DM stadium akut. Adapun contoh komplikasi keluhan adalah gangguan penglihatan (retinopati), gangguan pada saraf (neuropati) yang ditandai dengan kram, dan kebas, hingga mengalami gagal ginjal. Sehingga, penelitian yang mendalam untuk mempelajari stimulus penyebab DM perlu dilakukan, untuk dapat mencegah terjadinya DM.

Hal itu diungkap Rani Sauriasari, 37 tahun, saat menjelaskan proposal penelitiannya yang memenangkan penghargaan For Woman In Science 2012, di Gedung D Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, kemarin (29/5). Judul penelitiannya adalah 'Uji Manfaat Alpha-Lipoic Acid Sebagai Antioksidan pada Eritrosit Pasien Diabetes Melitus yang Mengalami Stres Oksidatif Secara In-Vitro'. Rani menjelaskan penelitiannya, guna mengajak para perempuan peneliti muda untuk berpartisipasi dalam kompetisi internasional tersebut.

Pada tahun ini, perempuan peneliti lulusan S-1 Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (UI) ini hendak mengajukan penelitiannya yang kedua, pada kompetisi For Woman In Science. Penelitiannya masih berkorelasi dengan penelitian yang sebelumnya, yaitu mengenai senyawa peningkat kinerja sel darah untuk penderita DM. Dia menjelaskan, DM merupakan penumpukan glukosa dalam darah. Akibatnya, sel darah merah tidak mampu menyerap, dan menggunakan glukosa dengan baik untuk tubuh. Jadi, saya ingin menemukan senyawa yang berpotensi untuk meningkatkan kinerja sel darah pasien DM ujar Rani. Dia pun menambahkan, komplikasi yang dapat timbul dari penyakit DM dapat dicegah, melalui peningkatan kinerja sel darah melalui senyawa tersebut. Adapun spesifikasi komplikasi yang dimaksud adalah penyakit gagal ginjal.

Saat ini, perempuan yang pernah mengenyam pendidikan S-2 di Okayama University ini, mengungkapkan sudah berada pada tahap uji coba penelitian. Pada tahapan ini, dia memberikan senyawa tersebut kepada penderita DM, dengan dosis tertentu. Ketika ditanyakan mengenai hasil uji coba penelitian, Rani mengungkapkan adanya efek yang signifikan pada penderita. Saya pakai dosis yang rendah, dan terlihat efeknya langsung,tuturnya.

Sebanyak 100 orang yang akan dijadikan sampel pada penelitian, yang berasal dari rumah sakit, dan puskesmas yang tersebar di daerah Jakarta. Targetnya ada 100 orang, dan memang baru terkumpul 29 orang, jelas Rani. Nantinya, sampel merupakan para pasien diabetes yang belum terdeteksi komplikasi pada ginjal. Rani akan melakukan observasi terhadap sampel selama rentang waktu lima tahun. Setiap tahun, saya ambil sampel dari darah si pasien, maka bisa melihat hasilnya, jelasnya.

Terkait penggunaan laboratorium, dan alat, Rani mengakui kedua sarana tersebut masih menjadi kendala bagi peneliti di Indonesia. Dia pun bekerjasama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) untuk mensiasati. Sekarang saya memakai dua lab, di fakultas farmasi di UI Depok, dan BATAN, jelasnya.

Di akhir wawancara, perempuan berparas cantik ini pun menyemangati para perempuan peneliti muda, untuk terus berkarya dengan meneliti. Terhadap kendala penelitian yang sering ditemui, Rani meyakinkan untuk proaktif mencari tahu dan bekerjasama dengan instansi pemerintah terkait.***

Comments

Popular posts from this blog

5 Makanan Sehat agar Kulit Wajah Sehat dan Kinclong

Liputan6.com, Jakarta Anda mungkin berpikir bahwa nutrisi beberapa makanan hanya mempengaruhi kesehatan internal dan berat badan Anda. Namun makanan yang tepat juga dapat meningkatkan kualitas kulit wajah Anda menjadi lebih sehat bahkan kinclong. Anda dapat melihat makanan sebagai bahan baku untuk pabrik. Semakin baik kualitas bahan bakunya, semakin besar pula kemungkinan kita menghasilkan produk yang baik, ujar dokter naturopati di Mississauga, Ontario, Ian Koo. Di bawah ini adalah makanan yang harus Anda konsumsi untuk meningkatkan kesehatan kulit wajah bahkan membuatnya kinclong, seperti dilansir dari Besthealthmag, Senin (17/10/2016). 1. Tomat Mengonsumsi setiap makanan berbasis tomat dapat membantu membersihkan jerawat. Lycopene (fitokimia yang membuat tomat berwarna merah) dapat menurunkan hormon yang mempromosikan tumbuhnya jerawat, ujar seorang dokter naturopati, Alan Logan. Ia menyarankan untuk mengonsumsinya antara tiga sampai lima kali seminggu. ...