Image source: http://penyakit-jantung.com/wp-content/uploads/2016/02/obat-jantung.gif Sebagian besar orang menerka mencegah penyakit jantung dapat dilakukan dengan cara membatasi konsumsi garam serta kolesterol. Meskipun sahih, tetapi hal itu belum relatif. Jadi coba simak tips diet untuk mencegah penyakit jantung selengkapnya seperti yg dilansir menurut Live Science berikut merupakan.
Mencoba buah serta sayur baru
Setiap minggu, cobalah mengonsumsi buah atau sayur yg belum pernah Knda makan sebelumnya. Knda mungkin akan menyukai atau bahkan nir menyukainya sama sekali. Cara ini dilakukan demi mencegah kebosanan terhadap kuliner yg menyehatkan.
Jalan-jalan ke perkebunan
Tidak terdapat salahnya menyisihkan ketika untuk jalan-jalan ke perkebunan, tomat contohnya, sambil memetik sayuran pada sana. Aktivitas ini sangat menyenangkan sekaligus berguna karena Knda dapat mendapatkan produk segar secara langsung.
Vegetarian seminggu sekali
Cobalah satu kali dalam seminggu untu...

"Kaitan antara minum alkohol dengan diabetes sebelumnya masih sangat sedikit diketahui. Kami telah melihat bahwa kebanyakan orang yang suka minum alkohol mengalami sindrom metabolisme beberapa tahun kemudian. Hal ini tentu bukan kebetulan," ungkap Christoph Buettner, MD, PhD, ketua peneliti dari Mount Sinai, seperti dilansir oleh NY Daily News (30/01).
Minuman alkohol yang dipenuhi gula dan kalori bisa menyebabkan obesitas sekaligus diabetes. Orang yang terlalu banyak mengonsumsi minuman beralkohol tak sadar bahwa minuman tersebut tak hanya mengandung gula yang berbahaya untuk tubuh, namun juga bisa mempengaruhi sistem otak yang berkaitan dengan kontrol insulin. Hal ini menjadikan orang yang senang minum alkohol semakin berisiko terkena diabetes.
Alkohol bisa mempengaruhi hypothalamus yang bertugas mengontrol metabolisme. Hal ini menyebabkan tubuh menjadi semakin lambat memproses insulin hingga menyebabkan seseorang rentan terkena diabetes.
Hasil tersebut ditemukan peneliti setelah melakukan percobaan terhadap tikus yang diberikan alkohol selama tiga hari. Sementara itu, tikus yang lain diberikan makanan yang mengandung jumlah kalori sama.
Hasilnya, tikus yang banyak mengonsumsi alkohol memiliki tingkat plasma insulin yang tinggi. Hal ini menandakan adanya sindrom metabolisme yang meningkatkan risiko diabetes. Peneliti juga menemukan peradangan pada otak tikus yang mengonsumsi alkohol.
Buettner menjelaskan bahwa peningkatan risiko diabetes pada peminum alkohol rupanya tak hanya disebabkan oleh kerusakan lever, melainkan juga karena adanya kerusakan pada otak akibat terlalu banyak mengonsumsi alkohol. [kun]
Comments
Post a Comment