Image source: http://penyakit-jantung.com/wp-content/uploads/2016/02/obat-jantung.gif Sebagian besar orang menerka mencegah penyakit jantung dapat dilakukan dengan cara membatasi konsumsi garam serta kolesterol. Meskipun sahih, tetapi hal itu belum relatif. Jadi coba simak tips diet untuk mencegah penyakit jantung selengkapnya seperti yg dilansir menurut Live Science berikut merupakan.
Mencoba buah serta sayur baru
Setiap minggu, cobalah mengonsumsi buah atau sayur yg belum pernah Knda makan sebelumnya. Knda mungkin akan menyukai atau bahkan nir menyukainya sama sekali. Cara ini dilakukan demi mencegah kebosanan terhadap kuliner yg menyehatkan.
Jalan-jalan ke perkebunan
Tidak terdapat salahnya menyisihkan ketika untuk jalan-jalan ke perkebunan, tomat contohnya, sambil memetik sayuran pada sana. Aktivitas ini sangat menyenangkan sekaligus berguna karena Knda dapat mendapatkan produk segar secara langsung.
Vegetarian seminggu sekali
Cobalah satu kali dalam seminggu untu...
Image source: http://cdn.klimg.com/vemale.com/headline/650x325/2012/12/10-hal-yang-sering-dilupakan-sehari-hari.jpg
Berdasarkan penelitian Universitas Melbourne, Australia, yg dipublikasikan dalam jurnal Psychological Science, aktualisasi diri perasaan yg negatif artinya galat satu tanda berasal penyakit jantung. Contoh aktualisasi diri negatif itu artinya marah, stres, & kepenatan.
Nah, aktualisasi diri negatif itulah yg dianggap acapkali ditunjukkan dalam jejaring sosial, termasuk Twitter. Ironisnya, berdasarkan penelitian tadi tweet-tweet yg yg sedih, marah, & depresif sanggup memicu kebiasaan & respon sosial yg negatif.
Ujung-ujungnya, emosi berasal si pemilik akun Twitter atau tweeps menjadi tidak stabil lebih praktis melakukan kebiasaan tidak sehat. Sebut saja minum-minuman keras, makan tidak teratur, & terkucilkan berasal masyarakat. Semua kebiasaan negatif itu artinya indikasi awal berasal penyakit jantung.
Penelitian yg dipimpin sang Margaret Kern tersebut meneliti 'kicauan' Twitter berasal penduduk dalam 1.300 kota dalam Amerika mulai berasal tahun 2009 hingga 2010.
Tim peneliti menemukan kalau banyak tweet yg memuat celoteh negatif ditemukan dalam kota-kota dengan jumlah penderita penyakit jantung terbanyak. Sementara dalam kota-kota dengan pasien jantung rendah, tweet-tweet penduduknya terasa lebih bahagia.
Bahkan, peta persebaran pasien penyakit jantung yg diterbitkan sang badan kesehatan Amerika misalnya dengan peta penyakit jantung yg didesain sinkron analisis Twitter.
"Twitter terlihat menangkap banyak info seputar kesehatan penduduk. Prediksi (kesehatan) yg didapat berasal Twitter pun sejatinya lebih saksama ketimbang menggunakan indikator lain," ujar Gregory Park, pimpinan penelitian lain berasal Universitas Melbourne, CNET (22/01)
Pertanyaannya, apakah Knda termasuk orang-orang yg acapkali memposting tweet bahagia atau sebaliknya? [bbo]
Comments
Post a Comment